Bahtera

Gadis cantik ditengah laut.

ada cerita tentang seorang gadis cantik yang saya temui di satu sebuah bahtera pada saat penyeberangan. ia bersama ibu nya sepulang berlibur katanya. saat itu saya sedang bersimpuh sendiri di satu ruangan di bahtera itu. ia masuk dengan seorang ibu yang tampak kelelahan lantaran perjalanan jauh. ibu nya beristirahat tak jauh disebelah saya yang juga sedang kelelahan. tidak lama gadis itu bertanya kepada ibunya ;

"Mah, bisa jalan - jalan di ruangan atas itu ma?"
"Iya, bisa Lulu, pergi saja" (jawab seorang ibu terdengar kelelahan)

gadis itu terlihat bersemangat lantaran dibolehkan jalan-jalan oleh ibunya. lalu gadis itu berkata ;

"Mah, Lulu pergi sama abang ini yaa mah." (ucap gadis itu sembari menunjuk kearah saya)
"Iya, jangan lama - lama yah" (jawab ibunya yang ingin segera beristirahat)
"Iya, mari" (jawabku terheran heran)

saya dan gadis ini keluar dari ruangan itu, menuju lantai atas.
"mba, alas kakinya dibuka" - arif
"emang dibuka ya?" - lulu
"iya, dibuka" ( jawabku sambil menunjuk papan informasi)

kami pun naik keatas tanpa alas kaki, hingga sampai di lorong kapal itu, kami berjalan menuju ujung dari lorong itu, sembari melewati beberapa ruangan seperti ; ruang makan (pribadi), toilet (pribadi), dan kamar (pribadi), untuk seorang nakhoda.

sesampainya diujung lorong dan sampai di atap bahtera, saya dan gadis cantik ini, disambut dengan terbentang nya langit sore yang mulai menggelap dengan hembusan dingin angin laut.

"Abang namanya siapa?"
"Arif"
"Siapa?"
"A - R - I - F, Arif"
"Ooh, Arif"
"Iya, kamu siapa namanya?"
"Lulu"
"Lulu, namanya cantik, seperti orangnya"
"engga - engga"

saya diajak nya menuju ruang kendali bahtera itu, kami berjumpa dengan seorang nakhoda yang menunggu kabar kapan penyebrangan akan dimulai. sayang sekali kami hanya bisa melihat dari pintu saja, kami tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang kendali itu. lama kami berbincang dan bergurau dengan sang nakhoda, penyebrangan pun akan dimulai.

saya dan gadis ini, berencana untuk mengobrol di ujung atas bagian belakang bahtera ini. kami pun menuju ke sana, bak drama layar lebar Titanic kami mengobrol bagai dua orang insan yang seakan sudah saling kenal. kami berbagi cerita, berbagi tawa, juga berbagi sedih. ditemani langit senja, angin laut, celoteh camar, juga deru alunan gelombang laut menabrak alas bahtera.

obrolan hangat itu berlalu begitu saja, tidak terasa perjalanan juga pertemuan saya dan gadis ini berakhir. saya belum mengenalnya lebih, siapa gadis manis ini? mengapa sesingkat ini? entahlah. ceritanya telah selesai.

Laut, senja, cerita, bahtera, Lulu.

Poto Tano dan seisinya merindukannya.

OH HEY, FOR BEST VIEWING, YOU'LL NEED TO TURN YOUR PHONE