Awahab —

Arts/Design

Born in Jakarta. Studied at Department of Interior Design, Faculty of Visual Arts, Indonesia Institute of the Arts, Yogyakarta. Currently living and working in Jakarta. Besides as an artists, he also running Tigerrr Studio as a place to explore and experiment in graphic, fashion and interior design.

Awahab blends elements of the many different life experiences he had into artwork. Pulling from range of sources, including art history, fashion and Indonesian and American pop culture, he describes his aesthetic voices as a type of re-mixing; blending and borrowing from a range of different visual and cultural sources. With these various references, he intends to trigger conversations about self identity, diversity, and the impact of globalization. His goal is to create images that speak vividly to the diversity of our time.

Visual works of processing post-cubism forms made with a glocal context, a sign of mixing in pop imagery. There is little Bauhaus influence in it.

Work becomes a reflection of life experiences that have been undertaken as well as evaluation and self criticism which can also represent various issues.

Awahab aka. TIGERRR

Exhibitions —

My works of art for various exhibitions.

National Front Disco - PUMA (Personal Urban Mobility and Accessibility)

National Front Disco
2021
Acrylic on canvas
85x165 cm

Penggambaran kondisi nasional sebelum pandemi. Kondisi normal keseharian sebagai bangsa yang hidup dalam kedamaian. Menari bersama dalam suasana riang dan tengah bersiap menuju kebaruan dan kemajuan. Menikmati pencapaian-pencapaian yang pelan tapi pasti sudah terwujud. Sebagai bangsa kuat dan tangguh yang disimbolkan sebagai banteng dalam simbolisasi klasik.

PUMA (Personal Urban Mobility and Accessibility)
2021
Acrylic on canvas
85x165 cm

Tetiba kita dihadapkan pada Pandemi Covid-19. Kondisi dimana pergerakan dan akses kita sebagai manusia urban yang terus bergerak harus dibatasi. Aktifitas kita terbelenggu, berdiam diri di rumah, menjaga fisik selalu bugar guna terhindar. Vaksinasi menjadi satu bentuk perlawanan. Segala upaya dilakukan untuk mengentaskannya walaupun pada akhirnya harus berdamai hidup dengannya. Sejenak berhenti dan istirahat lalu berfikir ulang tentang kehidupan. yang selama ini mungkin jarang dilakukan. Kita mulai memasuki kenormalan baru dengan segala perubahan diberbagai hal. Memaksa kita berdamai dengan keadaan dan mensiasatinya. Dan dengan segala ketangguhan kita siap menjalaninya.

-------------------------

Dua karya ini adalah satu kesatuan. Melukiskan kondisi lalu dan kini. Disimpan dalam memori bersama untuk masa depan sebagai ‘time capsule’. Sesuatu yang dapat menjadi media ingatan dan pembelajaran yang melintasi waktu.

Exhibited at
Time Capsule
CAN'S Gallery
Jakarta
2021

Existence, Prosperity, Welfare

2021
Acrylic on board (3 panels)
95x60 cm (each)

Exhibited online at Pameran Seni Rupa Nusantara 2021, Terra (In)cognita
National Gallery
Jakarta
www.galnasonline.id

Sandang, pangan dan papan dalam konsepsi falsafah atau sebagai pandangan hidup, menunjukan hierarki kedaulatan manusia. Daulat diri sebagai manusia, daulat sosial antar sesama manusia, dan daulat manusia dengan alam dan seisinya.
Juga mengandung nilai-nilai dasar yang universal, bukan sekedar bersandar pada asas materiil saja.

Sandang, pangan, dan papan sebagai suatu konsep pandangan hidup manusia lebih pada "kode" atau "simbol" yang mengandung dan merepresentasikan makna tertentu.

Sandang, pangan, papan bukan mengenai kebutuhan pokok manusia, tetapi lebih pada tugas dan tanggung jawab manusia.

Sandang mengandung nilai dan merepresentasikan human existance, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga eksistensinya.

Pangan mengandung nilai dan merepresentasikan human prosperity, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga kemakmuran secara komunal atau bersama.

Papan mengandung nilai dan merepresentasikan human welfare, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga kemakmuran yang bukan hanya pada manusianya, tetapi juga mencakup lingkungannya, alam, meliputi ruang atau tempat tinggalnya.

galnasonline.id/terra-incognita

Ojo Santai

A Solo Exhibition by Awahab
at Rolling Door Art Gallery
Jakarta
2021

--------------

OJO SANTAI

Frigidanto Agung,
Curator

Seniman yang berkutat pada dunia desain, khususnya grafis, mencoba memberi tawaran merangkum simbol-simbol yang bertebaran di sekeliling kita. Sadar atau tidak sadar, kita selalu melihat simbol itu. Baik di warung, toko atau bungkus makanan.

Apa yang dihasilkan oleh Awahab? Karya grafis yang terpampang di dinding, ada narasi dalam karyanya ini. Jumputan simbol dalam posternya. Juga permainan digital video, berbentuk grafis move, yang disorotkan dengan proyektor ke dinding.

Apa yang dilakukan Awahab adalah permainan terhadap simbol-simbol, salah satu pengkayaan estetis terhadap simbol. Kelebihan yang dilakukannya merupakan proses bagaimana membuat karya dari material yang sudah ada. Mengambil idiom, merupakan cara terbuka dirinya melihat bahwa kegunaan simbol bisa diperluas, diperlebar dan ditularkan kembali maknanya dengan cara lain.

Subyektivitas kesadaran yang dilakukan Awahab merupakan cara terbuka, mengambil idiom, yang menjadi obyek karya. Lalu menyatukannya dalam bentuk baru pada material lain. Seperti mengangkat organisme yang hidup lalu memindahkannya. Hal ini perlu disikapi Ojo Santai.

We Care We Share

2019
Acrylic on canvas
Dimension variable

Exhibited at
Nandur Srawung #6
Gegayutan: Peer To Peer
Taman Budaya
Yogyakarta
2019

Peduli dengan berbagi atau berbagi dengan kepedulian. Buat saya adalah satu ungkapan yang sebetulnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari hal-hal kecil yang tanpa kita sadari sampai hal-hal besar yang memang direncanakan.

Berbagi sudah menjadi budaya dan tradisi keseharian kita. Tercermin dalam kehidupan komunal kita yang selalu mengedepankan kebersamaan dan kepedulian satu sama lain.

Transfer pengetahuan adalah salah satunya. Sebuah proses sistematis untuk berbagi pengetahuan dan belajar dari pengalaman orang lain. Suatu proses dimana pengetahuan, ide dan pengalaman berpindah dari sumber pengetahuan ke penerima pengetahuan itu.

Adapt To The New Normal

2020⁣
Digital artwork⁣
100x100 cm⁣

Exhibited online at
PERUPA INDONESIA LAWAN CORONA⁣
www.bumbungbudaya.id

Kita semua harus benar-benar lebih sadar akan makna yang lebih dalam dari pandemi ini, dan ⁣ketika ada sesuatu yang menyakitkan, mundurlah dari diri kita, lihat situasi dan dengan sedikit ⁣
waktu, semuanya akan menjadi jelas ... ⁣

Dan dalam gambaran yang lebih besar, semuanya tidak terlalu buruk ... karena kita belajar dari ⁣kesalahan kita, dan lainnya.⁣

Kita semua terhubung. Kita semua. Segala sesuatu.⁣

Kita di sini sekarang saling belajar, menyesuaikan dan tumbuh bergerak. ⁣
Kita harus baik satu sama lain, dan melakukan apa yang masuk akal, dalam gambaran besar.

bumbungbudaya.id

Masks Will Save The Day

2018
Digital print
70x50 cm

THE MASK; Photographic and Digital Graphic international group exhibition.

Exhibited @Millepiani

Rome, Italy
2018

Ajojing Dengan Sabar

2014
Paste up

Artwork for Bird And Beast,
Collaborative Paste Up Wall and Ceilling
Melbourne
Australia,
2014

Colonel Mickey

2014
Acrylic on plywood⁣
70x60 cm

Artwork for 2nd Hand For Live event
Jakarta

Kulineran ternyata bukan hanya perkara perut dan kenyang. Sebuah paradoks sosial budaya yang bisa jadi mewakili kondisi sosial ekonomi mutakhir. Perlombaan brand image menarik orang-orang menjadi tujuan mengobok-obok emosi dan perut keroncongan. Sementara di lain pihak mistik berperan dengan lokalitasnya.⁣

So urusan perut ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan dan lakoni. Atau kita sendiri yang membuatnya ribet. ⁣

Junk Food Junkie

2013
Marker on zinc plate
100x30 cm

Exhibited at
Project Rumah Gembel, Jakarta Do Art.
Street Gallery, Jakarta
Garis Art Space, Jakarta,
2013

I Want To Hug You Everyday

2011
Sticker, poster

Exhibited at
Ragad Art Exhibition
Hungary
2011

We Are Busy People

2011
Wheatpaste
for Massive Wheatpaste Project

A collaborative project from Jakarta Street Art Collective

The idea was to produce a new artwork, and they would paste it in the street of the Indonesian capital city. The concept was to have a lot of street artist to collaborate around a unique street art project.

TYLS

TYLS X Munny

2011
Figurine

Munny World Festival Indonesia

The Munny World Festival Indonesia 2011 will take place between December 9th to 11th @ Plastic Culture, in Grand Indonesia (where MWFI 2010 took place) and features the Munny V4 as platform of choice. There will be “Live” painting, a Competition Showcase, On-The-Spot Competition, a Munny Custom Exhibition and an Indonesian Designer Toys Exhibitions

TVLI (Televisi Lepublik Indonesia)

2011
Resin

TV EYE Project by indieguerillas

Exhibited at
ARTJOG11
Yogyakarta
2011

Tyls berlagak bak superhero. Dia mengikuti lakon-lakon yang sering disaksikannya di layar kaca televisi Indonesia. Sebuah gambaran tentang bocah-bocah negeri ini yang mengakrabi sebuah kotak ajaib. Yang memberikan dunia ajaib kepada mereka, membantu melambungkan hayal mereka. Satu sisi menjadi alat bantu satu sisi bisa menjadi racun bagi mereka. Di kepala mereka terdapat lubang yang bisa diisi berbagai macam isian. Isilah dengan hal-hal yang baik.

Hello My Name Is Ilyyy

2010
Marker on paper

Dog Parade exhibition

Sodra Esplanaden Gallery
Lund, Sweden
2010

Suffer Heroes

2010
6x6 inch
Marker on paper

Exhibited at 6x6x2010

Rochester Contemporary Art Centre
New York
2010

Muestro Mi Ciudad

2010
Sticker

Muestro Mi Ciudad
Sticker Expo
Guadalajara, Mexico
2010

EXS 08: Expo Stickers 2008

2008
Sticker

Me as Lovelovelove

Sticker Art Exhibition
Curitiba, Brazil,
2008

Uri Uri

2005
Alumunium Plate, Aerosol Paint

With indieguerillas

Exhibited at
Biennale Jogja - Di Sini & Kini
Sagan Area, Yogyakarta
2005

As a Javanese, we love Javanese culture very much for sure. As the proud members of global youth culture we also love contemporary urban culture as well.  So ? Why don’t we mix that ? Here’s the result : a 3 dimensional grafitti in Javanese characters. It reads Uri-Uri. It means “to conservate” in Javanese Language. To conservate what ? To conservate traditional Javanese Characters from the continuous rapid invasion of Latin alphabets !

Habitual De La Ritual

2005
Resin, Acrylic Paint, Digital Print Sticker
25x20 cm

With indieguerillas

Exhibited at
Urban/Culture – CP Open Biennale
Museum Bank Indonesia
Jakarta
2005

Small sculptures. Each figure resembling one daily job or status of ordinary  Indonesian middle and… lower class people. They are car parking attendant, dangdut (Indonesian answer to…disco) singer, soap opera artist, video jockey, beggar, local ghost, a “fictional ghost” character who appears only during the period of National Election campaign to intimidate and frighten people (hahaha…), elementary school student, a local 1977 London punk wannabe, and a soccer player. So, do they have one thing in common ? Yes. What is that ? tend to corrupt. We (the common people) always swearing the hell out to our Government every single day. Mostly because of how corrupted they are. Butin the other side, we also just like them. Corrupted people. The most simple example is that we, the ordinary Indonesian people are the world famous for corrupting time. Almost everybody here did that. That is the main background for this artworks. The message behind this works is simple : Before you blame, shouting at or swear to someone else, please look at yourself first.

Korban Colok

2002
Poster, digital print

With indieguerillas

Exhibited at
SIGNES: New Generation of Graphic Designer in France, Presented with Jogja Graphic Designer

Cemeti Art House
Yogyakarta
2002

Totor on Vector

Totor is a kind of popular low end gambling across South East Asia. The player have to buy several series of numbers put in a coupon. Before they bought the coupon, some people usually looking for some clue or “sight” by buying what we called here prophecy paper.That paper weirdly translates your dreams or even your nightmares into some series of numbers. The prophecy paper is also containing symbols for gamblers to interpret. For this exhibition we try to re-design that prophecy paper into our own version.

Works Of Art —

My artworks for publication, commision art, collaboration etc.

Anak Setan

My artwork for TOMO WIDAYAT & PROYEK DISTORSI single

Check his Youtube Channel, here

Sailing Seas Of Plastic

Artwork for Planeta Plastica. A single from the talented musician Bachox

Planeta Plastica - Bachox

Gagak

Artwork for
Gagak a single by
Anggito Rahman & Angky feat Uya Cipriano

Bulan sabit hiasi malam
Halo langit yang sangat muram
Hati trasa remuk dan redam
Berprisaikan awan kelabu

Ku tau kau hilang, bersama waktu yang suram
Burung gagak membawamu kedalam kegelapan

Kemuraman kini kan hilang
Aku dia dan kesepian
Terlampau terang disini
Aku sangat suka akan malam

ITO

They Would Stand There, They’d Listen And They’d Shake Their Heads ...

Moog Factory artwork submission

2021
Mural
70' x 24'

How the sound made by a device could provoke the joy of anyone who heard it.

Based on the moog story at the beginning of its creation. That I read from Wikipedia.

.... Moog developed a prototype with two VCOs and a VCA. As the VCOs themselves could output voltage, one could be used to modulate the output of another, creating effects such as vibrato and tremolo. According to Moog, when Deutsch saw this, he "went through the roof" and immediately began making music with the prototype, attracting the interest of passersby: "They would stand there, they’d listen and they’d shake their heads ... What is this weird shit coming out of the basement?"....

Moog

The Ostrich and The Crocodile

Mural art
for dfiens Store

Home Sweet Home

Poster for @poster.jam

Poster Jam

Stay At Home; Everybody's Got To Learn Sometime

My poster for @amplifierart. MENTAL HEALTH & PUBLIC SAFETY. In response to COVID-19

We should all really be more aware of the deeper meaning of this, and when something hurts, take a step back out of yourself and look at your situation from an outside perspective, and with a little time, everything will become clear... and in the bigger picture, everything's not too bad... because we LEARN from ours, AND OTHERS mistakes.⁣⁣
⁣⁣
We are all connected. All of us. Everything.⁣⁣
⁣⁣
We are here to learn from each other, and grow. Learn as much as you can. We don't have much time.⁣⁣
⁣⁣
We need to be good to each other, and do what makes sense, in the big picture. :( but hey, Everybodys gotta learn sometime.

Amplifierart

Perjuangan dan Doa

Artwork for 7th Mcmurs Letterpress, Yogyakarta

Mcmurs Letterpress

Dendam Membara

Artwork untuk salah satu sinigle stereovila 'Dendam Membara'.

Masih tentang kisah album 'Murka Membara, Santai Melantai' nya @stereovila. ⁣

Saya mencoba memvisualkan lagu 'Dendam Membara'. Tentunya dengan bahasa rupa yang saya punya. Sebuah lagu yang akhirnya disepakati masuk dalam album ini. Lagu yang pada awalnya membuat kita tertawa tiap kali mendengarnya, tapi semakin diresapi ternyata ini adalah lagu yang menjadi semacam 'ramalan' situasi terkini. Lirik yang tidak begitu saja diterjemahkan sebagai sebuah kisah percintaan, tapi adalah sebuah ungkapan kekesalan terhadap situasi politik terkini. ⁣

Dengan gaya bertutur dan bermusik yang santai khas stereovila, mengkritik tanpa harus mengecam, protes tanpa harus teriak-teriak. Lagu ini cukup mewakili spirit itu. Pun keseluruhan materi album keduanya. ⁣

Ditengah 'hujan synthesizer' lagu ini menjadi oase tersendiri dengan nuansa akustik gitar yg dimainkan produser kita tercinta @tomowidayat. (dikarenakan igi @rockaradipa tidak cukup mampu skill nya memainkan gitar dengan rapi hehehe).⁣

Ada nuansa organ hammond 'Whiter Shade of Pale' - Procol Harum yang menambah greget dan menjadi jejak referensi musik stereovila. Dari yang jauh kebelakang sampai musik danceable kekinian.

Stereovila

Es Grim Ketiga

My deck art for my private collection

Hutan Larangan

Artwork for indieguerillas' cabinet at their residence.

indieguerillas

Mohon Doa Restu

Mural for indieguerillas residence

indieguerillas

Do Not Forget To Pray

2013

Artwork for Semipermanent Book 2013

Australia

The Man Who Has No Imagination, Has No Wings

2012

Artworks for Tugitu Unite X Racun Cinta Compilation Book

Children Are Tomorrow

2008
Digital artwork

for Mischief Urban magazine

London

Save The Date —

18 November 2021. Pameran Seni Rupa Nusantara 2021, Terra (In)cognita, Galeri Nasional, Jakarta

Galeri Nasional online
OH HEY, FOR BEST VIEWING, YOU'LL NEED TO TURN YOUR PHONE