Mengisi waktu dengan memasak disaat pandemic

Selama melakukan program self-quarantine saat krisis pandemi Covid-19, hal apa sajakah yang telah Anda lakukan di rumah? Berselancar di media sosial mungkin menjadi salah satunya. Namun, pernahkah melihat teman mengunggah foto atau video mereka yang sedang memasak padahal Anda tahu bahwa orang tersebut jarang atau tidak pernah memasak sebelumnya?

Akhir-akhir ini, memasak jadi tren baru untuk menghilangkan rasa bosan selama masa Work From Home saat krisis pandemi virus Corona. Hal ini dibuktikan dengan melimpahnya limbah rumah tangga yang diproduksi tiap rumah. 

Imelda cristin salah satunya. Mahasiswa Fisip Universitas langlangbuana ini mulai menjajaki dunia kuliner sejak pemberlakuan program social distancing. Hal itu yang memaksanya terus berdiam diri di rumah.

Awalnya, Imelda tidak memiliki ketertarikan untuk memasak. Namun, rasa bosannya yang sudah tak bisa dibendung lagi membuat Imelda untuk mencicipi kegiatan yang mulai menjadi hobinya.

"Karena banyak waktu luang, stay at home ini aku manfaatkan untuk memasak di rumah. Awalnya malas untuk masak, tapi karena bosan di rumah, masak itu jadi kebiasaan dan jadi hobi. Kalau masakannya sudah jadi, bisa jadi kebanggaan tersendiri. Belum lagi kalau yang mencicipi makananku bilang ‘enak’. Jadinya, aku jadi semangat untuk terus-terusan masak walaupun belum mahir”, ucap Imelda saat dihubungi pada Senin (13/4/2020).

Menurutnya, situasi ini dijadikannya sebagai sebuah tantangan untuk membuat masakan yang enak dari bahan-bahan sederhana.

MENDENGARKAN

Ketika kita berbicara, kita hanya mengulang apa yang kita tahu, kita mendengarkan dan kita mendapatkan sesuatu yang baru. Pertanyaannya, kalau semua berbondong-bondong menjadi pembicara, motivator dan sebagainya lantas siapa yang akan menjadi pendengar?

Ada 1 hal yang lebih keren, yaitu ilmu mendengarkan sebut saja public hearing. Mendengarkan merupakan kegiatan yang istimewa. kita akan mendapatkan ilmu baru lalu kita akan tetap rendah hati.

Kalau selama ini kita hanya bicara tapi enggan mendengarkan bukankah itu sombong namanya? Mendengarkan tidak butuh banyak pikiran, hanya butuh kerendahan dan kerelaan hati untuk menerima ilmu baru dari orang lain.

Hati sungguh mengerti bahwa mendengarkan tidak butuh tangga pikiran yang begitu rumit. Kita akan terbiasa hidup dalam kesederhanaan mendengarkan yang menyejukkan hati.

HALLO TEMAN

Kamu pasti seringkali merasa kesepian jika teman-teman dekatmu semakin jarang berkomunikasi. Padahal, dulu kalian sudah berjanji akan terus berhubungan. Jangan merasa ditinggalkan atau kehilangan teman. Kamu tidak kehilangan teman, hanya saja hubungan kalian sudah berubah.

Suatu saat pasti ada waktu dimana kamu sangat membutuhkan teman bicara tapi temanmu sedang sibuk dengan kehidupannya. Ingatlah bahwa pada dasarnya kalian sedang mengalami proses yang sama. Saat ini saja mungkin temanmu yang sedang sibuk, tapi pasti ada juga waktu sebaliknya dimana kamu tidak bisa ada ketika mereka membutuhkan. Jangan biarkan ketidaksamaan waktu tersebut semakin menjauhkan kalian. Jangan kapok menghubungi temanmu duluan!

Pendewasaan bisa berarti perubahan. Dulunya kamu polos dan tidak tahu apa-apa, sekarang jadi lebih berpengetahuan. Namun, kadang justru pengetahuan itu yang menciptakan jarak antara kamu dan teman-teman lama. Kamu bisa merasa tak cocok lagi dengan mereka.

Tapi, jangan biarkan pencapaianmu dan cara pikirmu yang baru membuatmu kesepian. Buat apa lebih dewasa kalau tidak punya teman?

Jangan terlalu was-was memulai hubungan baru. Gunakan juga kearifan yang kamu miliki sekarang untuk memahami perubahan yang dialami teman-teman lamamu. Walaupun sekarang kalian sudah berbeda, ingatlah kebersamaan dan segala memori yang kalian lalui. Kalian bisa selalu bernostalgia dan berhenti sejenak dari kesibukan masing-masing.

Mungkin saja kamu bisa berpikir, Biarkan kawan-kawan lamamu pergi. Mungkin mereka ingin tampil sempurna, atau minimal, baik dan pantas saat bertemu denganmu suatu saat nanti.

CERITA SESEORANG

Seiring waktu, Aku terus merasa "ada yang tak tepat dalam hidupku". Adikku selalu membuang-buang waktu dengan animenya, Dan aku tak punya teman, Ada kekosongan besar dalam diriku, Aku selalu merasakan itu.

Aku bicara kepada orang tuaku, Aku selalu mengatakan aku baik-baik saja, Ada rasa menyesak untuk hal-hal tak bisa kukatakan.

Aku sangat kesepian, aku melihat banyak orang yang tersenyum kepadaku, tetapi aku tak bisa memahami apapun atau siapapun.

HANYA KITA YANG SIBUK DENGAN CINTA

Cinta mungkin penting bagi umat manusia tapi, lihatlah pada suatu pagi matahari bersinar dengan cinta, bunga-bunga merekah dalam cinta, burung-burung berkicau dengan cinta. tapi kita manusia sampai detik ini masih saja berdebat tentang perayaan cinta, sibuk dengan syarat-syarat cinta, dan kebingungan mencari makna cinta itu sendiri. mana yang lebih mulia sebenarnya?

apa yang ingin kita capai? kita membicarakan cinta, namun membuat kegaduhan dimana-mana, apakah dengan ini kita menjadi bermakna? apakah dengan ini akan membuat semakin banyak orang memahami cinta?

kita kadang kala memaksakan diri untuk melihat segalanya sempurna. kesempurnaan itu ilusi dan cinta adalah guru paling berharga yang mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu apa adanya, tanpa menuntut kesempurnaan.

kita mengontrol dan mengubah orang yang kita cintai agar selalu sama dengan sosok ideal yang ada dibenak kita. itukah cinta? atau itukah ego yang mengatasnamakan dirinya cinta?

"Entahlah, manusia menjadi sibuk mempertanyakan dan memperdebatkan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, kemudian sibuk dengan itu semua dan lupa mencintai, padahal cinta bukanlah pertanyaan."

OH HEY, FOR BEST VIEWING, YOU'LL NEED TO TURN YOUR PHONE