Materi Hijrah

Mari Mengenal Islam (pemula)

Assalamualaikum sahabat hijrah.
Di sini saya ingin berbagi materi yang saya dapatkan di kelas hijrah.
Materi ini sangat cocok untuk kita yang baru hijrah dan ingin mengenal Islam lebih dalam. 😇

Pesan saya :
Jangan pernah menyepelekan ilmu, semudah apapun itu. Karena bisa jadi ia adalah pondasi dari ilmu-ilmu yang lainnya .
Semangat!! 😊

Literasi Hijrah

FIQH THAHARAH "Ustadzah Dwi Ratna Susanti"

Pentingnya memahami Fiqih dan Tujuan Thaharah

Fiqih secara bahasa : pemahaman tentang sesuatu
Fiqih secara istilah : pemahaman tentang hukum-hukum syariat yang didapat dari dalil-dalil yang terperinci
Fiqih Islam : hukum syariat Islam yang mengatur kehidupan kita sebagai muslim. Salah satunya yaitu fiqih Thaharah (Tata cara bersuci)

Thaharah menurut bahasa adalah bersih dan terlepas dari segala macam kotoran, baik bisa dirasa dengan panca Indra (Najis) atau secara ma'nawi (iri, dengki, dsb)

Cangkupan Thaharah yaitu wudhu, mandi, tayamum, menghilangkan najis, haid dan nifas.

Alat-alat yang digunakan untuk Bersuci yaitu, air, debu, batu istinja', dan Al-Dabigh (alat yang digunakan untuk menyamak hewan tertentu)

Islam telah mengajarkan kepada kita terkait dengan aturan thaharah (bersuci) sejak lebih dari 14 abad yang lalu. Pada saat itu manusiawi masih dalam kegelapan dan belum mengenal hidup bersih.

Hari ini, dengan adanya wabah COVID-19, semakin membuktikan bahwa islam adalah agama fitrah, telah mengajarkan hidup sehat, bersih, dan ketinggian ada. Suatu yang hari ini baru dibicarakan kembali.
Dalam islam Kebersihan adalah sebagian dari iman

Kitab Rujukan :
Al-Yaqut An-Nafis Fi Madzabi Ibni Idris. Kitab ini ditulis untuk menerangkan madzab fiqh imam syafii.
Ibnu idris yang disebut dalam judul tersebut adalah Al-Syafi'i. Karena nama lengkap beliau adalah Muhammad Bin Idris Al Syafi'i. Al-Yaqut An-Nafis dikarang oleh Syaikh Ahmad Bin Umar Al-Syathiri, Seorang ulama yang lahir di Tarim Hadhramaut (Taman) tahun 1312 H.

☘️
☘️
☘️

TANYA JAWAB
1. Apakah boleh berwudhu dalam keadaan tidak suci (haidh)?
____________________________________

Tidak boleh berwudhu saat haid. Karena masih memiliki hadast, berbeda dengan pada saat junub. Jika dalam keadaan junub, boleh bahkan di sunnahkan untuk berwudhu. Namun jika saat haid, tidak diperkenakan berwudhu bahkan sebagian Ulama mengatakan haram. Jika anda dalam keadaan haid dan anda berwudhu, berarti anda main-main dalam beribadah.

Kecuali saat haid nya sudah terputus (sudah waktunya mandi besar), maka disaat seperti itu diperkenankan untuk mandi bahkan disunnahkan untuk berwudhu sebelum mandi besar.

2. Apakah tidur membatalkan wudhu?
_______________________________________________
Pada dasarnya mengapa tidur membatalkan wudhu karena 2 hal:
a). Hilang akal.
Sama seperti orang yang gila atau pingsan. Orang yang sedang tidur, gila atau pingsan sedang dalam kondisi hadats kecil atau batal wudhunya karena mereka kehilangan akal sehatnya.
b) Kentut.
Orang tidur tentunya tidak bisa melakukan kontrol terhadap dirinya. Bisa saja orang tidur kentut sehingga wudhunya batal.

Ada pengecualian yakni tidur yang tidak akan membatalkan wudhu yaitu tidur dalam posisi duduk, dan pantat kita menempel rapat pada tempat duduk. Hal ini tidak akan membatalkan wudhu karena tidak memungkinkan keluar kentut. Kecuali kalau posisi pantat kita berubah pada saat tidur dengan posisi duduk

3. Apakah bulu kucing Termasuk najis? Bagaimana jika bulu kucing menempel pada pakaian saat shalat?
____________________________________
Ada sebuah hadits yang berbunyi,
"Sesuatu yang terpisah dari hewan
hidup maka statusnya seperti dalam keadaan menjadi bangkai." (HR. Hakim)

Ketika bagian tubuh atau rambut ada yang terpotong dari hewan, maka status rambut/bulu yang terputus dari hewan itu tidak langsung dihukumi sebagai bangkai dari hewan itu. Tetapi ada rincian:
a) Kalau bulu itu berasal dari hewan yang halal untuk dimakan maka hukumnya
suci. Seperti bulu ayam, kambing, sapi dan hewan lain yang halal dimakan.
b) Kalau bulu berasal dari hewan yang tidak halal dimakan maka hukumnya najis. Seperti dari tikus, anjing, keledai dan hewan lain yang tidak halal dimakan.

Kucing termasuk haram dimakan dagingnya. Jadi bulu kucing termasuk najis namun dihukumi ma'fu (ditoleransi/dimaafkan) ketika dalam jumlah sedikit / bandsb, khusus bagi orang yang sering berinteraksi dengan kucing dan sulit menghindari rontokan bulunya.

4. Apakah hukum menggunakan riasan sebelum berwudhu?
___________________________________

Kalau masuk ke dalam skincare yang waterproof (anti air) maka jelas harus dibersihkan. Tapi harus diperhatikan jika kita menggunakan pelembab, foundation, serum yang tidak menyerap kulit maka harus dibersihkan dulu dari wajah kita agar air wudhu kita sampai ke kulit dan tidak terhalang oleh skincare yang kita gunakan.

5. Bagaimana hukum berwudhu tapi telanjang?
___________________________________

Kalau bicara soal adab, maka lebih baik wudhu dilakukan dengan menutup aurat.

jika bicara sah/tidak, maka berwudhu dgn telanjang juga sah, tapi tindakan tsb tidak beradab.

Bedakan antara fiqh dgn adab. Fiqh mengatur sah/tidak sah (hukum), sedangkan adab mengatur tata krama, baik tata krama kepada mahkluk-makhluk-Nya, dsb

Fiqh Thaharah one
OH HEY, FOR BEST VIEWING, YOU'LL NEED TO TURN YOUR PHONE