Mitos-mitos Bangka Belitung

Pesona Lokatara kali ini akan membahas tentang mitos-mitos yang tersebar dan dipercaya masyarakat di provinsi Bangka Belitung.

Mitos adalah kepercayaan yang belum dapat diteliti kebenarannya yang muncul di suatu daerah secara turun temurun.

Kali ini kalian akan saya ajak untuk memahami mitos-mitos yang tersebar luas di provinsi Bangka Belitung. Simak terus ya!

1. Mantra buang hajat

Masyarakat provinsi bangka belitung percaya bahwa jika mereka hendak buang hajat besar atau kecil di suatu tempat asing yang baru mereka datangi, mereka harus merapal sebuah mantra.

Begini bunyinya :
Nek Akek permisi ku nek buang aik kecit/besak, Ikak pacak ningok ku, ku dak pacak ningok ikak

Artinya:
Nenek, Kakek permisi saya hendak buang hajat kecil ( atau besar ) kalian bisa melihat saya, saya tidak bisa melihat kalian.

Makna dari mantra tersebut adalah meminta izin untuk buang hajat kepada mahluk tak kasat mata yang kemungkinan mendiami tempat yang dituju. Konon katanya, jika kita tidak merapal mantra tersebut, maka kita akan ditimpa musibah seperti hilangnya kemaluan kita atau kesurupan. Hm... Lumayan bikin bergidik ya gengs.

2. Dilarang menunjuk bulan dan kuburan.

Di Bangka Belitung juga ada mitos dilarang menunjuk bulan dan kuburan menggunakan jari telunjuk nih gengs. Katanya, hal itu pamali dilakukan karena dapat membuat jari telunjuk kita melepuh atau didatangi mahluk halus.

3. Dilarang menolak tawaran makanan atau minuman.

Jika kita kebetulan main atau silaturahmi ke rumah sanak saudara atau teman yang kita kenal, kita pasti akan disuguhi jamuan makanan atau minuman 'kan? Nah di Bangka Belitung haram hukumnya untuk menolak tawaran tersebut lho. Mitos ini dinamakan "kepun" yang mana kita harus mengonsumsi makanan/ minuman tersebut untuk menolak bala, kita diwajibkan mencicipi sedikit tawaran makanan atau minuman itu yang kerap kali disebut dengan sebutan "palet atau malet" sebagai syarat agar terhindar dari bala bencana.

4. Dilarang memukul air di kolong.

Masyarakat di Bangka Belitung mayoritasnya mencari penghasilan dengan menjadi penambang timah karena tanah mereka kaya akan timah. Biasanya nih bekas tambangan timah di tanah / ladang itu meninggalkan jejak seperti cerukan tanah atau semacam jurang yang besar, nah mereka menyebut cerukan itu dengan nama "kolong" ketika hujan turun kolong ini akan dikubangi air dan pamali untuk masyarakat Bangka Belitung jika mereka dengan sengaja menepuk airnya hingga bergolak, mitosnya mereka akan didatangi buaya kolong yang merupakan mahluk halus atau mahluk jadi-jadian. Wah, seram ya gengs!

Itulah tadi beberapa mitos yang masih diakui oleh masyarakat Bangka Belitung dari jaman nenek moyang hingga saat ini. Apakah kalian percaya? Atau jika kalian mempunyai cukup nyali kalian bisa membuktikan sendiri jika bertandang ke Bangka Belitung ya.

Sekian Pesona Lokatara kali ini, sampai jumpa di Pesona Lokatara bulan depan.

Ditulis oleh : Wisanggeni

OH HEY, FOR BEST VIEWING, YOU'LL NEED TO TURN YOUR PHONE