Sekilas info.

PROFILE:

Name: Roland Ar-Rasyid
DOB: Balikpapan, 13th January 2008
Address: Jl. Daan Mogot II, Jakarta Barat
Height: 178 cm
Weight: 65 kg
MBTI: INFJ

Education:

  1. SDN 001 Balikpapan
  2. SMPK 1 Penabur Bandung
  3. SMAN 10 Jakarta
  4. Universitas Terbuka (Akuntansi Keuangan Publik) sampai 2030 amin


TRIVIA

  1. Namanya Roland Ar-Rasyid (sebelumnya Roland Stefanisus) karena baru aja jadi mualaf 3 bulan yang lalu
  2. Makanan favorit roti bakar bandung
  3. Minuman favorit kopi susu panas
  4. Punya kesayangan, namanya Anjeli (vespa kuning kebanggaan)
  5. Kuliah di UT (aslinya pengen gapyear tapi dilarang bapaknya)
  6. Jaga warung madura emak yang hampir bangkrut itu
  7. Alergi bulu anjing, udang, kepiting dan kacang
  8. Sering banget pindah rumah. Lahir di Balikpapan tapi sempat pindah Jakarta sebentar dan balik lagi ke tempat asalnya.
  9. Sempet tinggal sama ayahnya setahun di Bandung, terus akhirnya balik lagi ke rumah yang ada di Jakarta
ROLAND AR-RASYID

The First Step #1

𝗥𝗼𝗹𝗮𝗻𝗱 𝗔𝗿-𝗥𝗮𝘀𝘆𝗶𝗱 adalah namanya. Lahir di Balikpapan pada tanggal 13 Januari 2008. Ia adalah anak tunggal dengan keadaan kedua orang tua yang telah bercerai sejak ia masih duduk di bangku SMP. Ayahnya berdarah Dayak-Paser, sementara ibunya berdarah Manado-Chinese. Ia dibesarkan secara katolik dan sempat melanjutkan studinya di Bandung. Setahun yang lalu, ayahnya memutuskan untuk memeluk agama islam. Roland yang tersentuh dengan agama baru ayahnya kemudian memutuskan untuk memeluk agama yang sama. Ia lalu mengganti namanya menjadi Roland Ar-Rasyid, yang sebelumnya bernama Roland Stefanisus.

Roland sempat terpikir untuk kembali ke Bandung bersama sang ayah, namun ia juga masih ingin tinggal di kota tempat ia dibesarkan, Balikpapan. Tetapi karena alasan tertentu, ia dan ibunya pindah ke Jakarta Barat.  Dan di sinilah ia mulai memasuki babak baru, di karenakan ia baru saja lulus dari bangku sekolah menengah. Tak masuk dideretan eligible sekolah dan cita-citanya untuk masuk ITB seperti ayahnya sempat sirna. Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan ke bangku perkuliahan dan akan menekuni bisnis 'warung madura' milik ibunya yang hampir bangkrut itu. Akan tetapi, ayahnya tidak ingin anaknya itu nganggur setahun dari dunia pendidikan dan mendaftarkannya di Universitas Terbuka, yang katanya tak memiliki batasan usia dan bebas dengan serangkaian tes masuk untuk Strata 1.

Roland yang pemalas setengah mampus itu akhirnya mau, asal perkuliahannya dilakukan secara daring. Ia didaftarkan di prodi 'Akuntansi Keuangan Publik' yang sangat bertolak belakang dengan keinginan Roland. Meski begitu, ia tak ingin ayahnya kecewa dan manut saja. Kini ia akan menjalankan kembali bisnis kecil-kecilan itu sembari melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar 'S.Ak'

HOME.
Get your own website